Posted by : Davin Hean Dirgantara Jumat, 03 Januari 2014



Ada seekor Siput yang selalu iri terhadap Katak. Karena sifat iri-nya itu, si Siput pun jadi benci terhadap Katak.

Suatu hari, Katak yang mengetahui hal itu akhirnya berkata kepada siput:

"Hey Siput, apa gue udah ngelakuin kesalahan, sampe segitunya lu benci gue?"

Siput menjawab: "Iyalah, eh lu Katak, lu punya empat kaki dan bisa melompat kesana-sini. Coba lu liat gue deh! gue mesti bawa cangkang yang berat ini setiap hari, dan sambil merangkak di tanah, jadi gue ngerasa iri aja gak bisa lompat kesana-sini kaya lu. gue ngerasa ini gak adil."

Katak menjawab: "Oh gitu, jadi gini bro. Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja, lu cuma melihat sisi kesenengan gue aja, tapi lu nggak melihat penderitaan gue (katak)."

Setelah berkata demikian, ada seekor Elang besar yang terbang ke arah mereka, Siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan sang Katak dimangsa oleh elang.

Akhirnya Siput pun baru sadar, ternyata cangkang yang di milikinya bukan merupakan suatu beban atau kekurangannya, tetapi cangkang itu adalah kelebihannya.

*******
Nikmatilah kehidupan kalian, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Misalnya, kalian ngerasa gak betah dengan kondisi kalian yang sekarang dan selalu bilang 'andai aku seperti dirinya', yaampun bro, sesungguhnya dibalik ke 'gak betahan' kalian itu tuh banyak orang-orang 'diluar sana' yang pengen seperti diri kalian.

Rezeki tidak selalu berupa emas, permata atau uang yang banyak, bukan pula saat kita ada/punya rumah mewah dan pergi naik mobil. Karena sebenernya bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita bahagia.

Sumber (edited)

{ 2 komentar. read them below or Comment }

Info

Selamat datang di blog ini, selamat membaca :)

Top Three

Twitter

Readers

About Me

Foto saya
Started from a very small town that I love. I was born and raised in the city cavalier, they used to call Jakarta.
davinhd. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © @davinhd -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -