- Back to Home »
- Subhanallah »
- Tes Tulis Lamaran Kerja
Posted by : Davin Hean Dirgantara
Rabu, 01 Januari 2014
Dikisahkan suatu waktu di Indonesia, ada sebuah perusahaan yang melakukan rekrutmen untuk sebuah posisi. Perusahaan tersebut perusahaan besar, yang sampai sekarang pun namanya insyaAllah masih cukup dikenal di Indonesia.
Pelamar untuk posisi tersebut terbilang besar, sekitar 2000-an orang. Namun hanya 1 orang yang akhirnya diterima bekerja disana.
Dalam proses rekrutmen, perusahaan tersebut memberikan sebuah tes tertulis. Isi tes tertulisnya, adalah sebuah kasus untuk dijawab oleh calon karyawannya. Berikut ini adalah kasus dalam tes tulis tersebut:
Anda sedang mengendarai motor ditengah malam yang hujan, ditengah jalan Anda melihat 3 orang sedang menunggu kedatangan angkot:
- Seorang nenek tua yang sangat lapar.
- Seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya.
- Seseorang special yang selama ini menjadi idaman hati Anda.
Anda hanya bisa mengajak 1 orang untuk dibonceng, siapakah yang akan Anda ajak?
Dan jelaskan mengapa Anda melakukan itu!
Silahkan temen-temen pembaca blog ini jawab dulu di dalam hati masing-masing, kira-kira jawaban apa yang akan temen-temen berikan jika temen-temen ikut tes tulis seperti di atas.
Sebelum menjawab dalam hati, jangan scroll kebawah dulu ya. :)
Udah, jawab dulu pake jawaban sendiri. Baru nanti diliat jawaban 1 orang yang lolos tes itu.
Jadi, dari 2000an pelamar dan 2000 jawaban, hanya 1 pelamar yang diterima, Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, dia hanya menulis dengan singkat:
"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati untuk menunggu angkot."
Dan diterimanyalah ia serta langsung mendapat kualifikasi smart & brilliant employee.
Lepas dari nilai non-syari terkait khalwat-nya, Bagi saya pribadi, hikmah yang bisa saya petik adalah kita dapat melakukan sebuah efisiensi pekerjaan yang menyenangkan.
Syaratnya hanyalah kita mau berkorban lebih untuk mendapatkan sesuatu yang insyaAllah lebih besar. Kalau kamu? hikmah Apa yang bisa kamu petik?
Sumber



wowww kerennnn
BalasHapus