Posted by : Davin Hean Dirgantara Minggu, 29 Desember 2013


Seseorang bercerita.

Aku bermimpi,  suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku, serta menunjukkan keadaan di surga.

Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,

”Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia. Kemudian, aku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. Lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat yang bersamaku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia hidup yang memintanya”.

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan  dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi. Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana dan ia hampir tidak melakukan apapun.

“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikat yang bersamaku, pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat yang bersamaku, menghela napas. “Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih (bersyukur)”.

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu," (QS. Ibrahim:7)
Sumber: Grup WhatsApp

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Info

Selamat datang di blog ini, selamat membaca :)

Top Three

Twitter

Readers

About Me

Foto saya
Started from a very small town that I love. I was born and raised in the city cavalier, they used to call Jakarta.
davinhd. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © @davinhd -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -