- Back to Home »
- Astaghfirullah »
- Logika dan Takdir
Posted by : Davin Hean Dirgantara
Kamis, 18 September 2014
Di tengah perjalanan, mobil mereka kehabisan bensin. Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam. Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan.
Si Logika memutuskan untuk tidur dibawah pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur ditengah jalan.
Logika berkata kepada Takdir, “Kamu gila! Kamu menyerahkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat & melindas tubuhmu!”
Takdir menjawab, “Saya tidak akan tidur kecuali ditengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya.”
Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Takdir tetap kekeuh untuk tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur, lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala sang supir melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha untuk mengerem sekuat-kuatnya, tapi sayang ia tidak bisa. Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika! Dan selamatlah si Takdir.
Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia.
Walaupun terkadang, ia bertentangan dengan Logika.
Maka boleh jadi, terjadinya delay dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.
Boleh jadi, tertunda kita mendapatkan hak kita krn ada hak orang lain yg selama ini kita abaikan & kita tdk memperdulikan.
Boleh jadi, kita belum menikah ada keberkahan dibalik itu.
Boleh jadi, kita belum dikaruniai anak ada kebaikan dibalik itu.
Boleh jadi, ditolaknya lamaran kerja kita ada peluang lebih baik yang menunggu.
Boleh jadi, dikhianatinya kita oleh seseorang yang kita percaya ada hikmah besar dibalik itu.
Tertundanya pertolongan dan kemenangan pasti ada manfaat yang sangat besar di belakang itu.
*******
Allah SWT berfirman:
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah:216)
sumber gambar


